si Utrujah yang manis







Apa sih Utrujah itu sendiri????
mungkin sebagian orang masih awam dengan nama yang satu ini, utrujah ini sendiri adalah semacam buah-buahan atau yang lebih sering kita kenal dengan (kismis) yang biasanya ditabur diatas roti. buah utrujah ini buah nya manis dan wangi, bahkan ada dalam sebuah hadist yang memperumpamakan membaca Al-Quran seperti buah utrujah


“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang manis. Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah tamar (kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis. Adapun perumpamaan seorang munafiq yang membaca Al-Quran ibarat buah raihanah yang memiliki wangi yang sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafiq yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki baud an rasanya pahit.” (HR. Muslim, 1896)


dari pesan hadist di atas, ada 4 nama buah yang disebutkan, yakni buah utrujah, buah kurma, buah raihanah dan buah handzalah, Masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri, baik dari bau maupun rasanya. Keempat buah tadi jelas ada di dunia ini, karena itu, Rasulullah SAW menjadikannya sebagai perumpamaan jenis-jenis umatnya. Tentunya, semua itu dimaksudkan agar kita lebih mudah memahami pelajaran atau hikmah apa yang ingin dipesankan oleh Beliau. Dari satu hadits diantara banyak hadits yang semakna ini, kita tentu dapat dengan mudah mencerna pesan tersebut. Bahwa hendaklah sebagai seorang mukmin, kita harus gemar membaca Al Qur’an. Mengapa? Ya..karena *efek samping* dari kegemaran itu, menjadikan diri kita lebih *harum* dan *lezat rasanya*. Maksudnya jiwa dan raga kita menjadi berkualitas luar dan dalam. Jasmani dan rohani kita menjadi lebih baik. Tidak hanya penampilan fisik yang sehat dan namun hati dan pikirannya juga sehat dan bersih. Muslim yang seperti ini, tidak hanya memiliki inner beauty tetapi juga punya outer beauty. 

 
Tentu Anda suka sekali bukan bila memegang dan mencium buah yang harum dan lezat baunya. Demikian pula bila berdekatan dengan seorang guru, baik di madrasah/sekolah maupun di rumah, yang hobinya membaca Al Qur’an, tentu kita akan suka. Berkumpul dengan guru-guru, baik guru mapel Agama maupun guru mapel umum, yang menjadikan Al Qur’an sebagai sumber belajar-mengajar, pedoman proses pembelajaran, dan prinsip hidup mendidik siswa-siswinya.Maka jiwa raga kita pasti akan lebih sehat dan bergizi. Jasmani dan rohani kita menjadi lebih shalih. Perbuatan kita menjadi perbuatan yang baik, perkataan kita menjadi perkataan yang enak didengar, dan kepribadian kita menjadi kepribadian yang layak untuk menjadi panutan dan suri tauladan baik oleh siswa-siswanya maupun teman seprofesi. Siapapun pasti suka dan rindu bergaul lebih lama dan lama dengan mukmin yang demikian. Karena auranya adalah ‘aura’ Al Qur’an.

Lalu bagaimana dengan perumpamaan dengan buah-buah yang lainnya? 
Nah..Antum tentu lebih hebat memahaminya dari pada saya sendiri yang masih belajar. Antum tentu lebih bisa mencerna pesan itu lebih baik dari pada saya. Antum juga pasti lebih indah merangkai hikmah dan pelajaran yang lebih mendalam dari pada saya. Yuk............bersama-sama kita petik BUAH dari pesan tentang buah-buahan yang disampaikan dengan sangat gamblang oleh Rasulullah SAW pada hadits di atas. Yang pasti, sebagai seorang manusia , saya ingin menjadi ‘buah Utrujah’, Antum juga kan? :D

#semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini